banner ads banner ads banner ads banner ads
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2012

Torres Akan Ideal untuk Juve

Antonio Caliendo, salah satu agen pemain terkemuka di Italia, mengatakan, striker Chelsea Fernando Torres akan menjadi transfer yang ideal untuk Juventus pada musim depan.

Awal pekan ini dikabarkan, Juve melihat kemungkinan mendatangkan pemain internasional Spanyol ini dengan kesepakatan pinjaman selama satu tahun dengan opsi pembeli secara permanen, dan Caliendo merasa Torres akan mengalami perubahan yan instant bersama Bianconeri.

"Juventus memiliki ide yang jelas tentang apa yang mereka inginkan di bursa transfer. Torres bisa menjadi transfer pemain berprofil tinggi yang mereka cari," kata Caliendo seperti dilansi Goal, Jumat (23/3/2012).

"Dia adalah pemain dengan nama besar dan akan menjadi pria yang tepat bagi (Antonio) Conte. Dia memiliki semua karakteristik yang tepat untuk bermain di Juventus," terangnya.

Caliendo menambahkan, kesulitan Torres adalah karena dia percaya bahwa pemain Spanyol yang terbiasa dengan kompetisi La Liga harus berjuang lebih keras ketika bermain di liga Eropa lainnya untuk dapat berhasil.

"Pemain yang meninggalkan La Liga cenderung memiliki masalah. Mereka menggunakan gaya tertentu saat bermain di Spanyol. (Lionel) Messi dan Cristiano Ronaldo bermain dengan menyenangkan di La Liga, dan begitu juga Torres di Spanyol, tapi hal yang berbeda di Inggris," terangnya.

"Saya harus mengakui bahwa dia bisa menghadapi masalah yang sama di Italia, tapi ia masih merupakan seorang pemain penting," pungkasnya.

Torres awalnya tampil cuku mengesankan di Primer League setelah meninggalkan Atletico Madrid untuk bergabung dengan Liverpool pada tahun 2007, tetapi pemain berusia 28 tahun berjuang untuk menemukan bentuk permainan terbaiknya sejak bergabung dengan Chelsea pada Januari 2011.


sumber

Read more »

Rabu, 21 Maret 2012

Chelsea Tetap Solid Dibalik Kritikan

Chelsea terus meraih hasil positif di beberapa pertandingan terakhirnya selepas pencopotan Andre Villas-Boas (AVB) dari kursi pelatih. Menurut penyerang Chelsea Salomon Kalou, hal itu akan membuat para pengritik menyesal.“Sebelumnya orang-orang berpikir kalau kami sudah habis. Mereka akan menyesal telah mengatakannya karena dengan skuad yang kami punya, Anda tidak dapat bilang kalau kami sudah habis,” ujar Kalou kepada London Evening Standard seperti dilansir Tribalfootball,
“Kami memilki tim yang mampu memberikan perlawanan di setiap pertandingan dan saya senang kami mampu bermain seperti ini lagi,” tambahnya.

Kalou juga mengatakan kalau kemenangan-kemenangan yang diraih Chelsea membawa semangat baru ke dalam tim. Dan hal itu menunjukkan bahwa skuad Chelsea masih tetap solid.

“Saya yakin kemenangan kami atas Napoli adalah bukti bahwa kami belum habis. Saat memenangkan suatu pertandingan, Anda memiliki semangat baru. Kami semakin semangat berlatih dan menikmati kemajuan dalam tim,” pungkas pemain berusia 26 tahun itu.

Chelsea akan menghadapi Manchester City dalam lanjutan Premier League, dini hari nanti. Saat ini Chelsea menempati peringkat lima klasemen sementara, dan tengah berjuang untuk mencapai posisi tiga di akhir musim.


sumber

Read more »

Indonesia makin runyam! Konflik yang terjadi di tubuh PSSI tak juga berakhir. Malah, kini Indonesia kembali terancam mendapat sanksi dari otoritas tertinggi sepakbola dunia, FIFA.

Kecemasan publik sepakbola Indonesia akhirnya terjadi juga, di mana kini Indonesia memiliki dua induk organisasi sepakbola. Pertama adalah PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang terpilih lewat jalur Kongres Luar Biasa di Solo, Juli lalu.

Satunya lagi adalah La Nyalla Mahmud Mattalitti. Nyalla terpilih sebagai Ketua Umum PSSI versi Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang baru menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Mercure Hotel, Ancol, sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kinerja PSSI yang dinilainya banyak melanggar statuta.

Kondisi ini praktis membuat publik pecinta sepakbola Indonesia bingung. Mana yang sah di antara mereka? Jawabannya pun absurd. Pasalnya, masing-masing kubu mengklaim diri atau kubunya sah.

Di kubu PSSI pimpinan Djohar, mereka menyatakan bahwa satu-satunya organisasi yang diakui FIFA dan konfederasi sepakbola Asia, AFC adalah PSSI yang dia pimpin.

Sementara itu, kubu KPSI juga menyatakan keyakinannya bahwa hasil KLB yang mereka gelar kemarin akan diakui federasi yang dipimpin Sepp Blatter tersebut. Nyalla selaku ketua umum mengaku akan segera mengirimkan hasil KLB mereka ke FIFA, bahkan ke badan arbitrase dunia CAS dan arbitrase KONI. Padahal, sebelumnya gugatan KPSI ke CAS sudah dijawab dan berujung pada penolakan digelarnya KLB.

Dualisme Kompetisi
Sebenarnya, jika boleh jujur, permasalahan terbesar yang terjadi di sepakbola Indonesia adalah terpecahnya kompetisi menjadi dua, yakni Indonesian Premier League (IPL) yang digagas PSSI dan Indonesia Super League (ISL) yang bernaung di bawah KPSI dan PT. Liga Indonesia.

Untuk permasalahan ini, Djohar menyatakan bila PSSI siap mengakui ISL sebagai kompetisi legal, namun harus berjalan di bawah kontrol PSSI. Djohar menyatakan kedua kompetisi tersebut akan berjalan hingga akhir musim untuk kemudian dicarikan jalan keluarnya.

Dualisme kompetisi ini jugalah yang membuat Indonesia tidak bisa berbuat banyak di kancah dunia. Tentunya, masih lekat dalam ingatan kita di mana Timnas Indonesia mencetak rekor kekalahan terbesar usai dibantai Bahrain 10-0 di pra kualifikasi Piala Dunia dan kekalahan Timnas U-21 di final Sultan Hassanal Bolkiah Trophy dari tuan rumah Brunei Darussalam, tim yang dalam sejarah belum pernah mengalahkan Indonesia.

Rentetan hasil minor ini tak lepas dari adanya dualisme kompetisi di mana PSSI tidak bisa memilih pemain-pemain terbaik, karena mayoritas pemain yang biasanya membela ‘Merah-Putih’ berlaga di ISL, kompetisi yang dilarang oleh FIFA.

Untuk itu, upaya rekonsiliasi pun diupayakan kubu PSSI agar Indonesia tidak dijatuhi sanksi FIFA. Perlu diketahui, dalam suratnya Januari lalu, federasi sepakbola tertinggi di dunia tersebut memberikan tenggat kepada PSSI untuk menyelesaikan konflik sebelum 20 Maret.

Jika hingga tanggal tersebut tidak juga mendapatkan solusi, besar kemungkinan FIFA akan menjatuhkan sanksi berupa larangan tampil di kancah internasional. Namun, tidak menutup kemungkinan juga FIFA akan kembali membentuk Komite Normalisasi (KN) untuk menyelesaikan kisruh, seperti yang sempat terjadi di era kepemimpinan Nurdin Halid.

Mari kita tunggu keputusan apa yang akan dikeluarkan FIFA menyikapi sikap kekanak-kanakan individu yang mengaku cinta sepakbola itu.


sumber

Read more »

Del Piero: Laga Juventus-Milan Selalu Hebat

Alessandro Del Piero mengaku sangat menikmati laga thriller Juventus versus AC Milan di semifinal kedua Coppa Italia yang berakhir 2-2 (agregat 4-3). Kapten Bianconeri ini menyumbang gol pembuka pada menit ke-28.

Partai yang digelar di Juventus Arena itu terpaksa dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu karena setelah 90 menit Milan unggul 2-1 lewat Djamel Mesbah (51’) dan Maxi Lopez (81’). Agregat pun menjadi sama kuat 3-3.

Beruntung di 30 menit tambahan, Mirko Vucinic sukses melepaskan tendangan jarak jauh spektakuler pada menit ke-96. Juventus pun berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan unggul agregat menjadi 4-3.

“Kami senang bisa lolos ke final. Milan dan Juventus telah dan akan selalu memainkan pertandingan yang hebat karena kami merupakan dua klub besar,” kata Del Piero seperti dikutip dari Football-Italia, Rabu (21/3/2012).

“Bahkan setelah Zlatan Ibrahimovic ditarik keluar, Milan tetap bermain bagus dan memaksa kami memainkan perpanjangan waktu. Untung saja kami mampu mencetak gol penentu kemenangan,” sebut Del Piero penuh kelegaan.

“Kami akan berjuang hingga titik darah penghabisan dan saya berjanji akan membuat kehidupan menjadi sangat sulit bagi Milan hingga pertandingan terakhir,” janji Del Piero.


sumber

Read more »

PSSI: Bila Disanksi FIFA, Itu Salah Indonesia

PSSI tidak bersedia bertanggung jawab bila FIFA tetap menjatuhkan sanksi kepada Indonesia terkait dualisme kompetisi yang saat ini melanda sepak bola nasional. Bila hal ini sampai terjadi, PSSI justru menganggapnya sebagai kesalahan Indonesia.

Sikap ini disampaikan Staf Khusus Sekjen PSSI Bidang Luar Negeri, Rudolf Yesayas dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Selasa, 20 Maret 2012. Menurutnya, PSSI telah berusaha menyelesaikan dualisme itu sesuai instruksi FIFA pada surat 21 Desember lalu.

"Jika jatuh sanksi dari FIFA, kami tidak akan bertanggung jawab karena kami telah menjalankan arahan FIFA, termasuk menggelar Kongres Tahununan dan mengajak klub rekonsiliasi," ujar Rudolf.

"Sejak Desember kami terus berupaya merangkul klub ISL, kami juga sudah membentuk tim untuk bertemu dengan klub itu," lanjutnya.

Yesayas mengklaim PSSI telah melakukan berbagai upaya pendekatan. Mulai dari berkirim surat kepada klub hingga melaksanakan amanah FIFA untuk menggelar Kongres Tahunan sebelum 20 Maret 2012.

"Apa yang belum kami lakukan untuk mengajak mereka kembali ke jalur yang benar? Jadi kami kalau Indonesia dihukum, itu bukan salah PSSI. Kami sudah menjalankan instruksi FIFA. Kesalahan ada pada Indonesia karena gagal menyelesaikan dualisme ini," beber Rudolf.
Sebelumnya FIFA telah meminta PSSI untuk segera menyelesaikan dualisme kompetisi di Indonesia. Melalui surat 21 Desember lalu, FIFA juga memberi batas waktu kepada PSSI untuk menertibkan Liga Super Indonesia (ISL) yang dianggap sebagai breakaway league hingga Selasa, 20 Maret 2012. Bila gagal, FIFA akan membawa kasus ini ke sidang Komite Asosiasi untuk dibahas dan kemungkinan dijatuhi dikenai sanksi yang cukup berat.

Siang tadi, FIFA mengaku akan segera mengeluarkan keputusannya mengenai masalah ini. "Kami akan memberikan informasi lebih lanjut dalam 2-3 hari ke depan," tulis media department FIFA.


sumber

Read more »

Van Nistelrooy Gantung Sepatu...???

Mantan penyerang andalan Belanda, Ruud van Nisterooy , telah mengungkapkan akan segera gantung sepatu. Pemain yang saat ini memperkuat Malaga itu mungkin akan gantung sepatu akhir musim nanti.

Pemain berusia 35 tahun tersebut akan habis kontraknya akhir musim ini. Jika tidak memperpanjang kontrak, Nistelrooy berencana segera pensiun dari dunia sepakbola.

"Malaga adalah klub terakhirku. Tidak mudah untuk membuat keputusan akhir menyangkut masa depanku. Saat ini, masih 50-50 apakah saya akan pensiun atau melanjutkan karir. Saya belum berbicara dengan pihak klub," ujar Van Nistelrooy pada Sport1.

"Saya akan membuat keputusan pada bulan April. Saya hanya terus menunda soal keputusan tersebut. Saya akan menginjak 36 tahun dalam beberapa bulan, dan saya harus berpikir dengan baik sebelum memutuskan apa yang harus saya lakukan," paparnya.

Van Nistelrooy memulai karirnya di klub Belanda, Den Bosch, sebelum berpetualang ke Heerenveen, PSV Eindhoven, Manchester United, Real Madrid dan Hamburg sebelum bergabung dengan Malaga pada musim panas 2011 lalu.


sumber

Read more »