banner ads banner ads banner ads banner ads

Sabtu, 28 April 2012

Masih Remaja Sudah Kena Stroke Karena Minum Pil KB

Stroke biasanya identik dengan penyakit orang tua karena memang usia menjadi salah satu faktor risiko. Namun seorang remaja yang baru berusia 15 tahun ini sudah dua kali mengalami stroke berat setelah ia mulai mengonsumsi pil KB.

Memang bukan untuk menunda atau mencegah kehamilan. Gemma Hill (17 tahun) kolaps dan mulai mengalami minggu yang berat dengan muntah hampir setiap hari setelah mengonsumsi pil kontrasepsi untuk mengurangi rasa sakit menstruasinya pada tahun 2009.

4 hari setelahnya, Gemma pun menderita stroke yang disebabkan karena gumpalan di otaknya. Ia pun harus dilarikan ke rumah sakit.

Stroke membuat Gemma tidak dapat berjalan dan juga berpengaruh pada kemampuan bicara, memori dan penglihatan. Ia harus menjalani dua bulan terapi intensif, sayangnya stroke kedua pun menyerang.

Dokter mengatakan pil KB bisa menyebabkan stroke karena dapat meningkatkan risiko pembekuan darah.

Dua setengah tahun berlalu, Gemma masih mati rasa pada satu sisi tubuhnya dan berjuang untuk bisa bergerak.

Kasusnya muncul setelah laporan National Health Service (NHS) Inggris merekomendasikan bahwa gadis berusia 13 tahun boleh mendapatkan pil kontrasepsi tanpa harus ke dokter. Kini ibunda Gemma, Maria Murphy, telah meminta NHS untuk berpikir kembali.

"Ini akan menjadi konyol membiarkan gadis yang baru 13 tahun bisa mendapatkan pil KB tanpa harus ke dokter," ujar Maria Murphy (40 tahun) yang berasal dari Leicester, Inggris.

Maria berpikir remaja di bawah usia 16 tahun perlu mendapatkan izin orangtua dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi pil KB. Jika tidak, remaja tidak akan cukup banyak mendapatkan informasi mengenai dampak yang akan ditimbulkan pil KB.

"Mereka hanya akan pergi ke apoteker lokal dan berkata 'beri saya pil KB', hanya itu. Itu gila," lanjut Maria.

Biasanya wanita bisa terus mengonsumsi pil KB hanya setelah mendapatkan konsultasi menyeluruh dari dokter atau perawat, karena dapat menyebabkan efek samping termasuk pembekuan darah. Hal ini akan berubah jika rekomendasi laporan NHS tersebut diadopsi.

Maria pun sangat terkejut ketika dokter mengatakan bahwa stroke Gemma bisa disebabkan oleh pil KB.

"Saya pikir pil KB itu tidak berbahaya, tapi anak saya berada di rumah sakit, tidak dapat berjalan atau berbicara," kenang Maria.

Gemma yang sekarang berusia 17 tahun, mulai mengonsumsi Microgynon, versi umum dari pil KB, pada Oktober 2009 tak lama setelah ulang tahun ke-15 nya.

Tapi pada bulan November, ia kembali ke rumah dari sekolah karena merasa pusing, sakit dan mulai muntah darah. Dia dilarikan ke Leicester Royal Infirmary, di mana ia didiagnosis dengan infeksi virus. Dia dipulangkan pada hari berikutnya dengan antibiotik.

Namun empat hari kemudian dia menderita stroke, yang membuatnya kesulitan berbicara, mempengaruhi penglihatan dan mati rasa di sisi kiri tubuhnya. Pada bulan Januari 2010 dia menderita stroke kedua.


sumber

0 komentar:

Posting Komentar