banner ads banner ads banner ads banner ads

Senin, 19 Maret 2012

Bahaya, Kutu di Organ Intim Sebabkan Kemandulan

Ternyata kutu pun ada yang hidup di dalam organ intim dan disebut trikomonas vaginalis. Organisme ini dapat menular dan bisa menyebabkan kemandulan jika tidak diobati segera.
Trikomonas vaginalis adalah parasit yang hidup di dalam organ intim yang tidak higienis. Seseorang yang terserang parasit ini dikatakan menderita trikomoniasis. Ini merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan dari kebiasaan melakukan seks tanpa pelindung dengan lebih dari satu pasangan.

"Trikomonas vaginalis adalah parasit. Parasit ini bisa menular melalui hubungan seksual. Biasanya disebabkan jika seseorang berhubungan seks tanpa pelindung dengan seseorang yang mengidap trikomoniasis," tutur Dr dr Nur Rasyid SpU, ahli urologi dari Rumah Sakit ASRI.

Parasit trikomonas vaginalis bertahan hidup di dalam Miss V yang tidak bersih. "Parasit ini hidupnya bertahan di dalam Miss V, karena suasana yang lembap. Wanita yang terserang penyakit ini sering berganti-ganti pasangan dan akan menularkannya kepada pria yang berhubungan dengannya," jelasnya.

Pada wanita, parasit ini hidup di dalam saluran Miss V. Sedangkan laki-laki yang terserang, parasit ini ini hidup di saluran kencing.

Lebih lanjut, Dr Nur menjelaskan, bahwa seseorang yang terserang parasit ini biasanya tak mengalami suatu gejala.

"Seorang wanita yang terserang penyakit ini biasanya tak mengalami gejala, kalau laki-laki biasanya lebih terasa karena ada rasa tak nyaman saat berhubungan," jelasnya.

Karena penyakit ini sering kali tidak diketahui oleh si penderita, maka untuk mewaspadainya, dokter Nur menyarankan setiap pasangan melakukan pemeriksaan rutin.

"Untuk wanita bisa check-up secara teratur, seperti pap smear. Sedangkan untuk laki-laki, pencegahan bisa dilakukan dengan tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan pelindung saat bersanggama," imbaunya.

Meski sering kali tidak bergejala, trikomoniasis dapat menimbulkan keluarnya cairan dari organ intim seseorang. Ini biasanya menyerang orang berbagai usia yang aktif secara seksual.

Pada wanita, penyakit ini dapat menimbulkan peradangan di dalam dan sekitar Miss V, yang dapat menimbulkan sistitis. Pada pria, infeksi kadang menimbulkan peradangan ringan uretra atau tanpa keluarnya nanah.

Beberapa wanita tidak mengalami gejala dan infeksi sering kali ditemukan hanya pada pemeriksaan apus rutin. Jika gejala memang timbul, itu mungkin berupa;
- Keluarnya cairan yang banyak, kuning, berbusa, dan berbau tidak enak dari Miss V
- Peradangan Miss V yang terasa nyeri
- Vulva (kulit di sekitar mulut Miss V) terasa gatal dan nyeri
- Rasa terbakar saat buang air kecil
- Rasa tidak nyaman saat sanggama

Pria juga mungkin tidak menunjukkan gejala, tapi jika timbul, gejalanya berupa:
- Rasa nyeri saat buang air kecil
- Keluarnya cairan dari Mr P

Penyakit ini dapat diobati dengan meminum obat antiparasit dari dokter.


sumber

0 komentar:

Posting Komentar