banner ads banner ads banner ads banner ads

Senin, 19 Maret 2012

Desa Bawomataluo, Desa Adat Warisan Megalitikum

Matahari terbit, itulah kira-kira arti dari nama Bawomataluo dalam bahasa Nias. Desa Bawomataluo secara geografis berada di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Desa ini memiliki kontur bebatuan dan berada di atas perbukitan, berbeda dengan desa lain yang umumnya tertutup tanah. Karena posisinya yang berada di bukit, desa ini diberi nama Bawomataluo yang berarti bukit matahari.

Konon desa Bawomataluo telah dibangun sejak 300 tahun lalu, atau lebih tepatnya pada zaman megalitikum. Oleh karena itu, di desa ini banyak terdapat peninggalan zaman tersebut, diantaranya adalah rumah adat yang sekarang menjadi tempat tinggal keturunan ke-4 Raja Nias.

Di dalam rumah ini terdapat sebuah tempat duduk Raja Nias yang terbuat dari bebatuan hitam dan memiliki panjang mencapai 10 meter. Biasanya, bangku ini digunakan oleh Raja Nias jika sedang menyampaikan pesan kepada rakyatnya.

Selain itu ada juga balai musyawarah yang tempat duduknya terbuat dari bebatuan, dan patung-patung sesembahan. Dulu, semua penduduk Desa Bawamataluo menganut kepercayaan animisme, oleh sebab itu di desa ini banyak terdapat berbagai macam patung sesembahan seperti patung harimau dan patung menyerupai manusia yang dianggap dewa.

Tak hanya peninggalan-peninggalan zaman Megalitikum saja yang menjadi daya tarik desa adat ini. Jika tertarik Anda bisa menyaksikan atraksi khas Desa Bawamataluo, yaitu lompat batu atau hombo batu. Batu yang digunakan berukuran panjang 90 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 2 meter, yang bisa Anda lihat di tengah desa. Biasanya, hombo batu diadakan setiap hari Sabtu.


sumber

0 komentar:

Posting Komentar