banner ads banner ads banner ads banner ads

Minggu, 27 Mei 2012

Menguak Sejarah Kematian Ratu Cleopatra

Riwayat Sebelum Kematian Cleopatra

Sejarah mencatat bahwa Cleopatra, Ratu Mesir terakhir yang mengakhiri masa hidupnya di Alexandria. Cleopatra lahir pada tahun 69 SM yang merupakan garis keturunan Macedonia Yunani. Keluarganya memerintah Mesir selama lebih dari tiga abad. Sebagai seorang anak, Cleopatra memiliki pendidikan yang sangat baik dan dapat berbicara dalam 7 bahasa.
Masa kecilnya, dia belajar tentang realitas kehidupan di kerajaan. Cleopatra tinggal bersama kedua orangtua dan saudara kandungnya. Dia menjadi anak manja, menyadari bahwa dia bisa mendapatkan apa pun yang diinginkan. Tidak ada riwayat bunuh diri dalam keluarganya, tetapi ada sejarah pembunuhan. Cleopatra tak berhenti berusaha untuk mendapatkan keinginannya, dia benar-benar tak seperti tipe orang yang menyerah begitu saja.
Pada usia 18 tahun, Cleopatra mewarisi tahta Mesir. Setelah kematian kedua adiknya, dia khawatir merasa akan dibunuh hingga akhirnya mengambil hati seorang Kaisar Romawi. Cleopatra, menikah dan melahirkan anak dari Julius Caesar. Setelah kematian mendadak Caesar dia merayu temannya, Marc Antony.

Misteri Kematian Cleopatra Belum Terpecahkan

Moseleum Cleopatra sangat dekat dengan istana (jaraknya beberapa ratus meter). Dalam cerita sejarah, Cleopatra berada dalam moseleum ketika dia menulis surat bunuh diri kepada penjaganya dan menyampaikan surat itu kepada Oktavianus (Octavian). Penjaga itu mengantarkan catatan Cleopatra kepada Oktavianus.
Di Kuil File terdapat ukiran Isis yang dikelilingi ular. Ukiran ini berhubungan dengan Cleopatra. Cleopatra diyakini sebagai reinkarnasi hidup dari Isis, bahwa takdirnya bersama ular.

Dalam sejarah seperti yang di muat Wikipedia, kematian Cleopatra disebabkan oleh gigitan ular beracun. Ada banyak alasan mengapa teori konspirasi ini mungkin tidak benar. Salah satunya, ketika penjaga mengambil surat itu dan membawanya kepada Oktavianus di istana, jaraknya hanya beberapa meter dan memakan waktu beberapa menit. Dalam kasus keracunan, setidaknya memerlukan beberapa jam sebelum kematian Cleopatra.
Salah satu orang yang mungkin terlibat dalam kematian Cleopatra adalah Oktavianus (Octavian). Rencananya adalah untuk mendapatkan kekuasaan tunggal. Dia menguasai bagian Barat Kekaisaran Romawi dan Mark Antony menguasai bagian Timur. Oktavianus kemudian memutuskan untuk menyatakan perang dan menggunakan Cleopatra sebagai pion. Dia mencoba untuk menangkap Cleopatra, dikatakan bahwa Oktavianus ingin menangkap hidup-hidup Cleopatra sehingga bisa menghinanya. Setelah kematian Cleopatra, dia menjadi kaisar pertama era baru dan mengubah namanya menjadi Augustus.
Catatan sejarah menyebutkan bahwa ketika Cleopatra pertama kali ditangkap, dia sudah mencoba untuk bunuh diri dengan pisau. Bahkan setelah ia dilucuti oleh Gayus Proculeius, Cleopatra kemudian berhenti makan dan membiarkan dirinya menyerah hingga Oktavianus mengancam anak-anaknya.
Augustus memandang anak Cleopatra (Cizarian) sebagai ancaman besar bagi Roma. Hari sebelum Augustus tiba di Alexandria, Cleopatra mengirimkan anaknya yang berusia 14 tahun ke Ethiopia. Tapi, akhirnya Cizarian diburu dan dibunuh.
Ini menjadi perdebatan sejarawan bagaimana kematian Cleopatra dan juga menunjukkan bahwa dia mungkin telah dibunuh atau dipaksa untuk bunuh diri. Teori konspirasi lain menyatakan bahwa Oktavianus mengirim Dolabella kepada Cleopatra dengan cerita tentang bagaimana dia diseret ke jalan-jalan Roma dengan tujuan untuk meyakinkan Cleopatra, bahwa membunuh dirinya merupakan satu-satunya cara untuk mempertahankan harga diri Cleopatra.

Penganut teori konspirasi ini menunjukkan bahwa Oktavianus adalah seorang propagandis utama yang ingin terbebas dari Cleopatra dan bersedia untuk berbohong tentang bagaimana kematian Cleopatra sehingga memastikan bahwa dia akan mati dengan cara bunuh diri.

Sumber kuno lain menuduh Oktavianus karena telah membunuh ratu atau telah mendorongnya untuk bunuh diri. Bahkan catatan sejarah Plutarch menyebutkan bahwa Cleopatra telah meneliti bentuk menyakitkan bunuh diri jauh sebelum Oktavianus menginjakkan kaki di Alexandria, dan informasinya mungkin berasal putrinya (Cleopatra Selene) melalui Juba II.
Ucapan Plutarch dalam catatan bersejarah menyatakan bahwa tidak ada yang tahu kebenaran tentang bagaimana kematian Cleopatra. Tapi bukti dominan bahwa Cleopatra mengambil pilihan dengan mengakhiri hidupnya sendiri. Sangat mungkin kematian Cleopatra dengan bantuan ular berbisa.


0 komentar:

Posting Komentar