banner ads banner ads banner ads banner ads

Minggu, 01 April 2012

Kuasai Dua Bahasa Kurangi Risiko Pikun

Apakah Anda fasih berbahasa asing? Bukan hanya berguna dalam berkomunikasi dan kemampuan kognitif di masa muda, kemampuan bilingual membuat otak lebih tangguh dan sebagai perlindungan dari demensia.

Para peneliti dari Universitas York percaya berbicara dua bahasa bisa memperkuat jalur kunci di otak dan meningkatkan fleksibilitas mental.

Pemimpin studi Dr Ellen Bialystok, mengatakan, "studi sebelumnya telah menetapkan bahwa bilingualisme memiliki efek menguntungkan pada perkembangan kognitif pada anak," katanya seperti dikutip dari Dailymail.

Studi terbaru menggunakan metode perilaku dan neuroimaging untuk memeriksa efek dari bilingualisme pada kognisi orang dewasa. Mereka menemukan, saat seseorang menggunakan bahasa berbeda, daerah otak yang memengaruhi perhatian umum dan kontrol kognitif aktif.

Hal ini akan memperkuat jaringan kontrol yang digunakan untuk memproses kedua bahasa, dapat meningkatkan fleksibilitas mental atau kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung.

Studi juga menunjukkan bahwa bilingualisme meningkatkan cadangan kognitif, yang melindungi dan merangsang aktivitas mental atau fisik pada fungsi otak yang sehat. Cadangan ini juga menunda timbulnya gejala kepikunan atau demensia.

Dr Bialystok mengatakan pengalaman seumur hidup dalam mengelola memperhatikan dua bahasa mereorganisasi jaringan otak tertentu, menciptakan dasar yang lebih efektif untuk kinerja kognitif yang lebih baik selama kehidupan.

"Pengalaman yang intens dan berkelanjutan meninggalkan jejaknya pada pikiran dan otak, dan sekarang jelas bahwa otak bilingual telah dibentuk oleh pengalaman unik."

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Trends in Cognitive Sciences.


sumber