banner ads banner ads banner ads banner ads

Minggu, 01 April 2012

Marlboro Awalnya Ditujukan Bagi Kaum Wanita

Anda yang hobi merokok pasti kenal dengan merek rokok Marlboro. Perjalanan produk rokok filter yang iklannya banyak menggambarkan kuda jantan ini sudah cukup panjang. Marlboro pertama kali diluncurkan pada tahun 1847 di Inggris. Brand ini dimiliki oleh Philip Morris. 

Nama Marlboro sendiri diambil dari nama salah satu jalan di London, Marlborough. Konstruksi jalan ini mulai dibuat pada awal abad ke- 18.  Nama Marlborough itu sendiri diabadikan dari nama komandan pertama pasukan Inggris, John Churchil yang juga bergelar 1st Duke of Marlborough. Jalan ini sekarang menjadi pusat kegiatan komersial yang cukup ramai di kota London.

Kembali ke laptop, pada mulanya rokok Marlboro sebenarnya menyasar target pasar kaum perempuan. Pemilihan warna dasar merah pada strip rokok yang diproduksi saat itu menjadi salah satu buktinya. Strip merah di pangkal barang rokok punya tujuan untuk mengkamuflase bekas lipstik yang menjadi kosmetik dasar kaum perempuan saat itu. Warna merah ini kemudian juga menjadi corporate color Marlboro.

Saat terjadi Perang Dunia II, pasar Marlboro turun drastis. Pasar mulai melihat rokok Marlboro yang tidak pakai filter sebagai ancaman serius bagi kesehatan. Ini menjadi gangguan serius bagi produk tersebut. Untuk mengatasinya, Marlboro kemudian membuat perubahan drastic. Semua produk rokoknya lalu diberi filter untuk mengubah persepsi pasar.

Yang lebih penting lagi, Marlboro kemudian juga meluaskan target pasar. Yang semula hanya menyasar kaum wanita, Marlboro kemudian membidik juga kaum pria. Pada tahun 1954, Marlboro membuat iklan yang kemudian sampai sekarang terus membekas di pasar. Ikon iklan itu adalah seorang cowoboy yang gagak berani dengan topi yang khas.

Iklan ini cukup berhasil memberi kesan. Lewat iklan itu, Marlboro ingin menempatkan diri sebagai simbol pria yang gagah dan pemberani. Di masa selanjutnya, pasar kaum pria menyerap produk tersebut dengan baik. Makin lama, bahkan Marlboro menjadi bagian dari gaya hidup kaum pria saat itu. Untuk tampil keren, seorang pria menjadi perlu untuk menjadi konsumen Marlboro.

Tahun 1998, asosiasi tembakau dunia membuat aturan yang mengubah dunia periklanan rokok. Lembaga tersebut mengharuskan para produsen rokok untuk memasang iklannya di majalah dewasa dan tidak secara vulgar menampilkan produknya. Ini kemudian juga menjadikan Marlboro membuat beberapa perubahan.

Salah satu perubahan yang terlihat adalah situs www.marlboro.com yang menjadi situs resmi produk tersebut tidak bisa diakses secara sembarangan. Untuk bisa mengakses situs tersebut harus terlebih dulu mendaftar dan diserukan agar pengaksesnya minimal berusia 21 tahun.


sumber