banner ads banner ads banner ads banner ads

Minggu, 01 April 2012

Permen., Asal Mulanya untuk Obat

Permen kini sudah berperan jauh lebih penting dibanding bentuknya yang kecil dan simpel itu. Tak hanya menjadi pemasok zat gula bagi tubuh, permen juga sudah menjadi penghargaan bagi anak-anak yang telah berperilaku baik. Terkadang permen juga menjadi hadiah pada hari-hari istimewa. Lewat permen, perasaan seseorang juga bisa diwakilkan.

Lebih dari itu, permen juga telah menjadi bisnis besar yang menggerakkan roda ekonomi. Di Inggris, penjualan permen tiap tahun sudah mencapai rata-rata 3 miliar poundsterling (sekitar Rp 45 triliun). Perdagangan yang fantastik bukan? Momen libur akhir pekan, pergantian tahun, hari besar keagamaan, menjadi puncak penjualan permen setiap tahun.

Dibanding saat pertama kali dikenal dulu, fungsi permen saat ini sudah jauh berubah. Permen mulai dikenal manusia pada sekitar 2.000 tahun sebelum masehi. Saat itu, bangsa Mesir kuno banyak membuat makanan manis dari bahan kacang, dicampur buah, dan madu. Bahan lain yang mereka kerap gunakan juga untuk membuat makanan manis adalah esktrak akar kacang polong.

Saat ini, permen banyak berfungsi sebagai makanan kecil pemanis mulut. Bahan-bahan kimia sintetis yang banyak digunakan, kerap menjadikan permen sebagai salah satu makanan perusak gigi. Padahal, di masa lampau, permen merupakan obat. Bahan-bahan alami yang terkandung dalam permen bisa menjadi sumber energi juga antibiotik bagi tubuh.

Berdasar catatan sweetandnostalgic.com, setelah dikenal di Mesir kuno, permen juga dikonsumsi masyarakat Turki. Di sini, bahan baku permen adalah anggur yang direbus kemudian airnya diendapkan hingga endapannya mengeras. Endapan ini lalu dipotong-potong.

Tradisi mengonsumsi permen ini terus berlangsung hingga ribuan tahun. Perkembangan permen ini makin pesat dengan mulai dikenalnya minuman coklat (kakao) pada tahun 1502 di Spanyol dan Meksiko. Kemudian pada tahun 1657 kedai yang menyediakan minuman dan makanan berbahan coklat pertama kali di dunia dibuka di Inggris.

John Cadbury melihat pertumbuhan permen dan coklat ini sebagai peluang bisnis baru. Tahun 1824 dia membuka kedai di Birmingham, Inggris, yang menjual  minuman kopi, teh, dan coklat. Beberapa tahun kemudian Cadbury dan Fry’s menjual makanan berbahan coklat yang manis, atau di zaman sekarang disebut permen coklat.

Permen coklat kemudian secara serius dikelola secara komersial mulai tahun 1929. Saat itu, permen Crunchie diluncurkan. Tiga tahun kemudian Mars Bar dijual, yakni mulai tahun 1932 dan Black Magic menyusul satu tahun kemudian. Tahun 1937, dua merek meluncur ke pasar yakni Kit Kat dan Quality Street.

Di awal tahun 2000-an nama-nama produk tersebut sudah berkembang ke seluruh dunia. Mars Bar misalnya, di tahun-tahun ini sudah bisa menjual  600 juta permen setiap tahun. Sedangkan Kit Kat memproduksi 80 ribu permen setiap jam untuk dijual ke pasar.

Kesadaran untuk mengembalikan fungsi permen sebagai obat pun mulai tumbuh kembali. Saat ini mulai mudah ditemukan di pasaran, permen-permen untuk mengobati batuk dan melegakan tenggorokan. Ada juga permen jahe yang berfungsi menghangatkan badan.


sumber